Langsung ke konten utama

Postingan

Rahn

Nama : Siskha Indri Saputri Nim.   : 63030180054 1. Pengertian Rahn Rahn dalam bahasa indonesia biasanya disebut gadai. Sedangkan dalam syari’ah rahn adalah memegang sesuatu yang mempunyai nilai. Rahn adalah suatu sistem dalam mu’amalah dimana pihak yang satu memberikan pinjaman dan pihak yang kedua menyimpan barang berharga atau bernilai sebagai jaminan atas pinjaman terhadap orang yang menerima gadai. 2. Dalil tentang rahn a. Al-Qur’an QS Al-Baqarah ayat 283 وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ Artinya :“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu´amalah tidak secara tunai)  sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika seb...
Postingan terbaru

Bagi Hasil

Nama : Siskha Indri Saputri Nim  : 63030180054 A. Bagi Hasil dibagi menjadi 2.  1. Mudharabah  Secara bahasa mudharabah diambil dari kata al-dharb fial-Ardh,yang berarti perjalanan untuk berniaga. Jadi pengertiaan mudharabah adalah akad kerjasama dimana seseorang memberikan modal sepenuhnya dan ada yang mengelola modal atau orang yang menjalankan usahanya dengan keuntungan dan kerugiaan disepakati di awal oleh kedua belah pihak. 2. Musyarakah  Secara bahasa musyarakah sering pula disebut dengan syirkah yang bermakna ihktilath(pencampuran),yakni bercampurnya salah satu dari dua harta dengan harta lainnya tanpa dapat dibedakan diantara keduanya. Jadi musyarakah adalah akad kerjasama, sama-sama memberikan modal dan sama-sama menjalankan usahanya. Prinsip jual beli yang sah dalam Islam : 1. Selama tidak ada unsur penipuan 2. Selama tidak ada unsur spekulasi atau judi  3. Tidak ada unsur barang haram  4. Tidak ada unsur riba. B. Hadis tentang bagi...

Hadis Tentang Murabahah

Nama : Siskha Indri S NIM   : 63030180054 A. Pengertian Murabahah Murabahah secara etimologi berasal dari kata keuntungan (ribhun). Sedangkan  secara terminologi, istilah murabahah didefinisikan sebagai prinsip jual beli dimana harga jualnya terdiri atas harga pokok barang ditambah  nilai keuntungan (ribhun) yang disepakati.  Dalam menjual barang harus menunjukkan harga pokok sesuai dengan harga aslinya, kemudian menentukan seberapa besar keuntungan yang akan didapatkan. Untuk mengetahui seberapa besar harga pokok dan keuntungan dinyatakan dalam bentuk nominal atau presentase agar memudahkan dalam jual beli. Ketika melakukan jual beli hal yang harus diperhatikan adalah bersikap jujur dan tidak merugikan antar sesama. Semua itu bertujuan untuk menjaga kemaslakhatan umat agar menumbuhkan sikap tolong-menolong antar sesama. B. Landasan Hadis dalam Murabahah : …وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا Artinya : “ Allah telah menghalalkan jual beli dan me...

Kedudukan dan Hubungan Hadist Terhadap Al-Qur’an

Hadist memiliki kedudukan terhadap Al-Qur’an 1. Bayam At-Taqrir Menetapkan juga memperkuat dari apa yang sudah diterangkan dalam Al-Qur’an. Contoh : Qs Al Baqarah 185 yang artinya : “ Maka barang siapa yang mempersaksikan pada waktu itu bulan hendaklah ia berpuasa. “ (QS Al-Baqarah 185). Sedangkan hadis menjelaskan “Apabila kalian melihat (ru'yah) bulan, maka berpuasalah, juga apabila melihat (ru'yah itu maka berbukalah.” (H.R Muslim). Jadi hadis bayam At-Taqrir berarti menetapkan. 2. Bayam At-Tafsir Fungsi perincian dan penafsiran Al-Qur’an, yaitu dengan cara merinci yang mujmal, membatasi yang mutlak, mengkhususkan yang umum dan menjelaskan yang musykil. Hadis digunakan untuk merinci : A. Merinci yang Mujmal Contoh tentang kewajiban sholat dalam surat An-Nisa 130 فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا Artinya : “maka dirikanlah sholat itu sesungguhnya sholat itu adalah Fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang ya...

HADIST, KHABAR, SUNNAH, ATSAR

Nama : Siskha Indri Saputri NIM.   : 63030180054 Prodi  : Akuntansi Syariah Hadist menurut bahasa adalah sesuatu yang baru atau berita. Sedangkan hadist menurut istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan pada nabi Saw, baik ucapan, perbuatan, ketetapan, sifat diri, atau sifat pribadinya. Setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan tentang hadist maupun Al-Qur’an. Khabar secara bahasa adalah kabar, perintah, informasi, sesuatu yang disampaikan seseorang kepada orang lain. Sedangkan secara istilah Khabar adalah sama dengan hadist menurut jumhur ulama, namun ada juga yang membedakan Khabar dengan hadist beda yaitu hadist dari nabi Khabar bisa untuk nabi atau untuk yang lain. Sunnah dalam hadits berbeda dengan Sunnah fiqih. Menurut bahasa Sunnah dalam hadist adalah pola yang telah mentradisi baik atau jelek. Contohnya : tradisi TPQ, nabi makan menggunakan 3 jari. Tradisi yang baik akan mendapatkan amalan yang baik bagi orang yang mengajarkan apabila  ...